Selasa, 26 Agustus 2014

Sistem Keuangan

Sistem Keuangan
Oleh:
Anis Sundari
120413403099
                                                                                                                                                                                                           
Dalam kehidupan perekonomian, setiap individu, kelompok atau lembaga dalam menjalankankegiatan ekonominya selalu berhubungan dengan keuangan. Keuangan merupakan penopang segala kebutuhan dalam meraih atau mewujudkan suatu tujuan yang diinginkan, sehingga jika tujuan dapat tercapai maka akan timbul suatu kesejahteraan. Keuangan juga menimbulkan suatu interaksi sosial baik menguntungkan atau merugikan bagi setiap pelaku ekonomi, sehingga diperlukan adanya aturan-aturan serta batasan-batasan yang dapat mengendalikan seluruh kegiatan perekonomian yang disebut dengan sistem keuangan.Dengan adanya sistem keuangan, maka segala bentuk interaksi sosial yang berhubungan dengan keuangan dalam kegiatan ekonomi dapat dikendalikan .
Secara sederhana sistem keuangan merupakan sistem yang dapat menopang perekonomian dengan menitik-beratkan pada kelancaran aliran dana dari pihak kelebihan dana(surplus unit) kepada pihak yang kekurangan dana(defisit unit). Sistem ini membutuhkan badan yang menjadi perantara antara dua pihak tersebut agar memudahkan transaksi dan mempercepat laju aliran dana yang dimaksud, dalam kasus ini badan ini ialah lembaga keuangan yang terdiri dari lembaga keuangan Bank dan Non-Bank serta pasar keuangan.Secara garis besar sistem keuangan merupakan peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan oleh pihak-pihak yang terkait dalam melaksanakan transaksi ekonomi hingga terciptanya aliran dana. Secara luas sistem keuangan merupakansekumpulan pasar dan sekumpulan institusi tempat surat-surat berharga diperdagangkan beserta jasa keuangan dihasilkan dan ditawarkan.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu sistem keuangan merupakan rangkaian sistem aliran dana dari masyarakat yang mempunyai kelebihan dana(surplus unit) ketika pada waktu overcash kepada masyarakat yang kekurangan dana(defisit unit) ketika mengalami undercash, baik itu secara langsung (direct finance) maupun secara tidak langsung (indirect financial) melalui financial intermediaries/ lembaga keuangan. 
Sistem keuangan merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga stabilitas perekonomian khususnya keuangan di suatu negara sehingga dapat tetap melakukan jasa-jasa dalam bidang keuangan serta tahan terhadap segala macam kejutan (shock) untuk tetap dapat melaksanakan fungsi intermediasi yakni menjadi jembatan aliran dana dari surplus unit  kepada  defisit unit. Sistem keuangan dapat memperlancar kegiatan ekonomi dan transaksi keuangan, mengefisiensikan, mengefektifkan serta memfleksibelkan aliran dana.
Berikut terdapat bagan mengenai pelaku ekonomi dalam sistem keuangan.  


Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa rumah tangga adalah penyedia pasar tenaga kerja (pasar input) yang terdiri dari tenaga kerja, modal, dan tanah untuk selanjutnya digunakan perusahaan untuk menjalankan produksinya. Dalam hal ini rumah tangga mendapat imbalan berupa payment dari perusahaan. Untuk timbal balik dari perusahaan, tenaga kerja mendapatkan gaji sedangkan untuk tanah mendapatkan timbal balik misalnya berupa pembayaran sewa. Kemudian perusahaan dapat menghasilkan produksinya berupa barang dan jasa(pasar output) yang selanjutnya didistribusikan kepada konsumen sehingga perusahaan mendapat timbal balik dari rumah tangga berupa payment. Dalam hal ini rumah tangga dikatakan sebagai surplus unit yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana, sedangkan perusahaan dikatakan sebagai defisit unit yang merupakan pihak yang kekurangan dana. Jadi anatara rumah tangga dengan perusahaan secara nyata membentuk suatu siklus keterkaitan satu sama lain.
 Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa sistem keuangan merupakan media stimulus ekonomi yang mempertemukan surplus unit dan defisit unit, karena kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang dilakukan oleh bank sentral tidak akan memberikan respon cepat terhadap masalah-masalah keuangan dalam perekonomian yang terjadi di Indonesia tanpa adanya sistem keuangan. Fungsi utama dari sistem keuangan adalah untuk menata dan mengatur transaksi-transaksi atau aktivitas keuangan. Selain itu, sistem keuangan juga membantu meningkatkan atau mensejahterakan pertumbuhan ekonomi.
Sistem keuangan juga memiliki fungsi pokok dalam perekonomian modern, yaitu fungsi kekayaan, fungsi likuiditas, fungsi kredit, fungsi pembayaran, fungsi risiko, dan fungsi kebijakan. Tugas utama sistem keuangan dalam perekonomian modern adalah memindahkan dana dari penabung kepada peminjam yang membutuhkandana untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa serta melakukan investasi dalam bentuk peralatan-peralatan baru sehingga perokonomian dapat tumbuh dan pada akhirnya akan meningkatkan standar kehidupan.
Perhatikan gambar proses intermediasi keuangan sebagai berikut:


Sekuritas Sekunder:                                        Sekuritas Primer:                    
1.      Giro                                                            1. Saham
2.      Tabungan                                                   2. Obligas
3.      Deposito Berjangka                                   3. Commercial Paper
4.      Sertifikat Deposito                                     4. Loan Agrement
5.      Polis Asuransi
6.      Reksadana
Dari gambar diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peran lembaga keuangan sangatlah  besar bagi pihak surplus unit dan defisit unit yaitu sebagai lembaga intermediasi untuk memberikan jasa-jasa mempermudahtransaksi moneter. Selain itu, ketika undercash defisit unit dapat menjual sekuritas primernya kepada surplus unit melewati lembaga intermediasi keuangan agar tingkat kekurangan dana dapat diatasi, dan juga defisit unit dapat meminjam sejumlah uang kepada lembaga intermediasi keuangan(pinjaman/kredit) dengan menjadikan sekuritas primernya sebagai jaminan. Begitu juga dengan surplus unit, jika mengalami kelebihan dana surplus unit dapat membeli sekuritas primer(investasi) terhadap defisit unit melewati intermediasi lembaga keuangan. Sehingga melihat adanya keterkaitan antara pihak surplus unit, lembaga intermediasi dan defisit unit maka dengan adanya sistem keuangan transaksi moneter tersebut dapat berjalan. Melihat hubungan keterkaitan antara pihak-pihak yang terdapat pada gambar di atas dapat disimpulkan bahwa sistem keuangan adalah suatu jaringan dari berbagai unsur-unsur yang memiliki hubungan keterkaitan yang terdiri dari Rumah Tangga, Lembaga Keuangan, serta Lembaga Pemerintah yang membentuk pasar keuangan.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui mengenai unsur-unsur sistem keuangan yaitu:
1.      Rumah tangga
Rumah tangga merupakan para pelaku dalam sebuah sistem keuangan, di mana ada pihak yang kekurangan dana dan juga pihak yang mempunyai kelebihan dana. Rumah tangga yang dimaksudkan di sini ialah bisa saja individu ataupun organisasi/perusahaan
2.      Lembaga Pemerintah
Dalam kasus ini, lembaga pemerintah yang dimaksud merupakan lembaga otoritas yang mengatur perekonomian suatu Negara dengan peraturan perundang-undangan yang dibuat sedemikian rupa, dalam rangka tercapainya suatu tujuan bernegara, yakni terciptanya suatu masyarakat adil dan sejahtera.
3.      Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan atau tagihan (claims) dibandingkan aset nonfinancial atau aset riil. Lembaga keuangan memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dananya dalam surat-surat berharga. Di samping itu, lembaga keuangan juga menawarkan berbagai jasa keuangan antara lain menawarkan berbagai jenis skema tabungan, proteksi asuransi, program pensiun, penyediaan sistem pembayaran dan mekanisme transfer dana. Lembaga keuangan memiliki fungsi yaitu Pengalihan aset, likuiditas, dan Pengalokasian pendapatan.
4.      Pasar Keuangan
a)      Pasar uang
Pasar uang (money market) adalah mekanisme untuk memperdagangkan dana jangka pendek, yaitu dana berjangka waktu kurang dari satu tahun. Kegiatan dipasar ini terjadi karena ada dua pihak, pihak pertama yang kekurangan dana yang sifatnya berjangka pendek, pihak kedua kelebihan dana dalam waktu jangka pendek juga. Mereka itu dipertukarkan di dalam pasar uang, sehingga unit yang kekurangan memperoleh dana yang dibutuhkan, sedangkan unit yang kelebihan memperoleh penghasilan atas uang berlebihan tersebut.
b)      Pasar Modal
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam berbentuk modal maupun hutang. Pasar modal merupakan sekuritas yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Contohnya adalah saham dan obligasi. Saham adalah laba bersih atau keuntungan dan aset perusahaan yang dihasilkan perusahaan yang berupa deviden setelah memenuhi semua kewajiban utang perusahaan.Sedangkan Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang memberikan bunga tetap secara periodik dan mengembalikan pinjaman pokoknya pada waktu jatuh tempo

            Perkembangan sistem keuangan memiliki pengaruh yang besar bagi perekonomian suatu negara, seperti dapat mempengaruhi tingkat tabungan, investasi, inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang di suatu negara.Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa negara-negara yang berhasil mengembangkan sistem keuangan yang relatif lebih maju dan berfungsi dengan baik adalah negara-negara yang kemudian menjadi pemimpin perekonomian dunia pada masanya (Zulverdi, Syarifuddin, dan Prastowo, 2005).
Dalam kehidupan sehari-hari, para pelaku ekonomi selalu dihadapkan pada biaya informasi dan biaya transaksi keuangan yang tinggi, yang mengakibatkan transaksi langsung antara pihak pemilik dana dengan pihak yang membutuhkan dana tidak berjalan optimal. Akibatnya, berbagai kesempatan investasi dan konsumsi yang seharusnya dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi tidak terealisir. Tingginya biaya yang terkait dengan pengumpulan informasi, penerapan kontrak, dan pelaksanaan transaksi tersebut mendorong berkembangnya berbagai jenis kontrak keuangan, pasar keuangan, dan lembaga intermediasi keuangan, yang merupakan komponen penting dalam suatu sistem keuangan.Dengan adanya sistem keuangan memudahkan para pelaku ekonomi dalam menyelesaikan masalah keuangan dalam kegiatan ekonominya, sehingga munculnya sistem keuangan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di suatu negara.
Dengan demikian, sistem keuangan pada dasarnya merupakan bagian integral dan tidak dapat terpisahkan dari suatu sistem ekonomi. Suatu sistem keuangan yang baik dan terintegrasi akan dapat memajukan perekonomian dan pada akhirnya akan dapat memajukan kesejahtaraan masyarakat yang dicita-citakan bersama.





Referensi
Budisantoso, Totok dan Sigit Triandaru. 2011. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Salemba Empat.
Bukhori, Subroto. 2012. Artikel “STABILITAS KEUANGAN”. (Online)
(http://www.scribd.com/doc/22264040/STABILITAS-KEUANGAN).Diakses pada tanggal 22 Agustus 2014
Mankiw, Gregory. N. 2000. Pengantar Ekonomi. Jakarta: Erlangga
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta:Lembaga Penerbit Fakultas  Ekonomi Universitas Indonesia